Diabetes melitus tipe 1. Diabetes tipe-1 biasanya mengenai
anak-anak dan remaja. Diabetes ini dulu pernah disebut sebagai juvenile
diabetes (diabetes usia muda). Namun karena ternyata diabetes tipe ini juga
dapat terjadi pada orang dewasa, maka orang lebih suka memakai istilah diabetes
tipe-1.
Untuk dapat bertahan hidup,
penderita diabetes tipe-1 bergantung pada pemberian insulin dari luar. Oleh
karena itu, istilah yang dipakai di masa lalu adalah tin Dependent Diabetes
melitus (IDDM). Jumlah kejadiannya hanya 1-10% dari semua penderita diabetes di
dunia. Di Indonesia sendiri, jumlahnya kurang lebih sekitar 1% dari semua
diabetes.
Faktor penyebab diabetes tipe-1
adalah infeksi virus atau reaksi auto-imun
(rusaknya sistem kekebalan tubuh)
yang merusak sel-sel penghasil insulin, yaitu sel—β pada pankreas, secara
menyeluruh. Oleh karena itu, pada tipe ini pankreas sama sekali tidak dapat
menghasilkan insulin. Untuk bertahan hidup, insulin harus diberikan dari luar
dengan cara disuntikkan. Sampai sekarang, belum ada cara yang lain karena
insulin akan dirusak asam lambung jika diminum.
Biasanya, gejala dan tanda-tanda
pada diabetes tipe-1 muncul secara mendadak. Tiba-tiba cepat merasa haus,
sering kencing (anak-anak jadi sering mengompol), badan mengurus, dan lemah.
Apabila insulin tidak segera diberikan, penderita bisa cepat tidak sadarkan
diri, disebut juga dengan koma ketoasidosis atau koma diebetik.
